Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerindra Rina Aditya Sartika (kanan) bersama Anies Baswedan (tengah) dan Sandiaga Uno (kiri)
IDNUSA, JAKARTA - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno jauh mengungguli Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam seluruh hitung cepat (quick count) yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Anies-Sandi memperoleh suara di kisaran 51-57 persen, sedangkan Basuki-Djarot di kisaran 40-42 persen. Kemenangan Anies-Sandi yang didukung Partai Gerindra dan PKS ini karena keduanya santun, peduli dan komitmen untuk membela rakyat sangat jelas.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerindra Rina Aditya Sartika mengatakan,  kemenangan Anies dan Sandiaga yang didukung Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  karena rakyat melihat keduanya sangat santun dan peduli rakyat terutama rakyat mereka yang  kurang beruntung dalam kehidupan di Jakarta.

“Komitmen untuk membela rakyat sangat jelas dan tegas selalu di sampaikan pada setiap bertemu dengan rakyat. Yang paling penting beliau akan selalu memegang amanah rakyat. Terlepas dari seluruh perjuangan bersama dengan rakyat, dan tentunya ini tidak terlepas dari kehendak Allah SWT,” ujar Rina kepada Harian Terbit di Jakarta, Kamis (19/4/2017).

Menurut Rina, kemenangan Anies dan Sandi adalah kemenangan seluruh warga Jakarta. “Jakarta rumah kita bersama,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menyatakan rasa syukurnya. "Saya cuma bisa Alhamdulillah, Allahu Akbar," tegasnya di Kantor DPP PAN, Senopati, Jakarta, Rabu (16/4).

Dia mengatakan bahwa kemenangan Anies-Sandi merupakan kehendak Tuhan. "Tidak mungkin rencana Allah diungguli rencana manusia. Saya dari dulu mengatakan bahwa Tuhan yang maha kuasa punya rencana yang paling unggul yang tidak bisa diungguli siapapun. Terbukti hari ini, alhamdulilah," pungkas Amien.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan dari hasil hitung cepat (quick count) selangkah lagi DKI Jakarta akan mendapatkan gubernur dan wakil gubernur baru. Menurutnya, hasil quick count ini tidak akan bergeser jauh dari hasil rekapitulasi KPU.

"Kami optimis Insyaalah Jakarta akan memiliki gubernur dan wakil gubernur baru. Selamat datang gubernur baru, semoga amanah mewujudkan kota Jakarta yang maju kotanya dan bahagia warganya," ujar Jazuli.

Kesantunan

Analis politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun mengemukakan, kekalan Ahok-Djarot, karena tidak aktifnya mesin politik pasangan Ahok-Djarot.  "Mesin politik Ahok-Djarot tidak bergerak efektif," ujarnya.

Selain itu, pula pola kampanye melalui dunia maya yang menggambarkan pasangan Ahok sebagai korban diskriminasi dan intoleransi tak mampu mengubah cara pandang mayoritas masyarakat Jakarta.

Menurut Ubedilah, gaya komunikasi publik Ahok juga ditengari sebagai salah satu faktor kekalahan. Dalam konteks sosiologis politik, katanya, cara komunikasi santun jauh lebih diterima warga Jakarta.

"Tidak sedikit pernyataan-pernyataan Ahok di hadapan publik menimbulkan kemarahan massa, di antaranya yang paling fenomenal adalah terkait pernyataanya mengenai Almaidah 51 di Kepulauan Seribu pada September 2016," tutur dia.

Aman dan Tertib

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto bersyukur bahwa Pilgub DKI Jakarta putaran kedua telah berlangsung aman dan tertib. Dia meminta agar kondisi ini tetap terus dijaga dan dipelihara.

"Perlu disyukuri bahwa pelaksanaan pilkada serentak untuk DKI Jakarta putaran kedua telah berlangsung dengan baik," ujar Wiranto dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Rabu (19/4).

Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi mengucapkan selamat kepada Anies dan Sandiaga.  “Saya berharap Anies-Sandi dapat melanjutkan keras Ahok-Djarot dengan lebih baik,” ujarnya.

Melayani Rakyat

Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan berharap kepala daerah baru Provinsi DKI Jakarta dapat menjalankan kewajiban melayani rakyat dengan baik.

"Pasangan Anies-Sandi agar bisa menjalankan kewajiban. Harapan saya, mereka mampu melayani rakyat dengan baik. Ini kemenangan warga Jakarta," kata Zulkifli di rumah Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu.

Sementara itu, Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo, memandang tugas pemimpin DKI terpilih tidak mudah sebab Jakarta merupakan barometer pembangunan bagi daerah lain.

Hary menyebutkan kepala daerah DKI Jakarta harus mampu mengatasi permasalahan pembangunan sosial dan menata Jakarta agar asri dan bebas banjir.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mensyukuri Pilkada DKI Jakarta berlangsung dengan aman, lancar, damai dan demokratis seiring adanya isu pengerahan massa pada pelaksanaan pencoblosan.

"Isu akan adanya pengerahan massa dari berbagai pihak sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan gesekan dan konflik horisontal ternyata tidak terbukti," kata Zainut saat dihubungi dari Jakarta, Rabu.

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berhasil menjadi pemenang di Pilgub DKI versi hitung cepat. Alhasil pasangan nomor urut 3 ini mengalahkan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot.

Hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia dengan data masuk mencapai 62,29 persen, pasangan Anies-Sandi memperoleh suara 55,07 persen, sedangkan pasangan Basuki-Djarot mendapatkan 44,93 persen.

Indikator Politik dengan data masuk mencapai 60,75 persen, pasangan pasangan Anies-Sandi mendapat suara 58,93 persen, sedangkan pasangan Basuki-Djarot memperolah 41,07 persen suara.

PolMark Indonesia dengan data masuk 59,50 persen, pasangan Anies-Sandi memperoleh 56,63 persen suara dan pasangan Basuki-Djarot mendapat suara 43,37 persen.

Indo Barometer dengan data masuk 60,67 persen menempatkan pasangan Anies-Sandi dengan perolehan suara 58,13 persen, sedangkan pasangan Basuki-Djarot 41,87 persen.

Pada hitung cepat Voxpol Center dengan data masuk 56,82 persen, pasangan Anies-Sandi mengungguli pasangan Basuki-Djarot dengan perbandingan 59,21 persen dan 40,79 persen.

Begitu pula dengan hasil hitung cepat yang dilakukan Saiful Mujani Research Center dengan data masuk 68,18 persen, pasangan Anies-Sandi mendapatkan suara 58,8 persen dan Basuki-Djarot memperoleh 41,2 persen suara. (ht)
Sukai & Ikuti Fanpage
Loading...

💬 Komentar Anda

Memuat...

IDnusa Media

{picture#http://1.bp.blogspot.com/-RHuHKSh0jUg/WJomhwft6RI/AAAAAAABfRA/1TB6GUWhHNg1HQ3cuqhHvXgBJeFOV7-7wCK4B/s1600/IDNusa-Admin.png} Kecepatan, Ketepatan Pemberitaan, Selalu Memberitakan Kebenaran, Terhangat Serta Dapat Dipercaya dan Berimbang. {facebook#https://www.facebook.com/NMIndonesia/} {twitter#https://twitter.com/IDNusacom} {google#https://plus.google.com/u/0/+LihatDuluInfo} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UClUTCsbI_ubNlA4tD2zzTZw?sub_confirmation=1} {instagram#https://www.instagram.com/idnusacom/}