IDNUSA, MEDAN - Kasus pembunuh sadis sekeluarga di Mabar terus menyita perhatian publik. Terlebih fakta mencengangkan adalah, Andi Matalata alias Andi Lala (40) yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi ternyata masih sepupu korban.

Ya, istri Andi Lala, Reni Safitri bersepupu dengan Sri, istri Riyanto yang keduanya jadi korban pembantaian. Saat ini, Andi masih DPO, sedangkan dua rekan satu komplotannya dikabarkan telah ditangkap.

Wakapoldasu Brigjen Agus Andrianto mengatakan mencurigai Andi Lala sebagai pelaku dari temuan empat HP korban, laptop, dua kartu pembayaran SPP, tas sekolah, dan dompet Syifa Fadillah Hinaya (Naya), anak korban yang ikut tewas saat kita menggeledah rumah tersangka di Jalan Pembangunan 2 Lubukpakam. Juga ada celana dengan bercak darah yang diduga dikenakan Andi Lala saat melakukan pembunuhan.

Disebutkannya, Polisi juga sudah meminta keterangan dari istri Andi Lala. Menurut keterangan Reni, setelah melakukan aksi, dia sempat dijemput Andi Minggu (9/4/2017) dini hari sekira pukul 02.00 WIB.

“Reni dijemput di Kampung Pon, Kabupaten Serdangbedagai dengan mobil Xenia hitam BK 1011 HJ milik Ucok Gondrong di Jalan Masjid II, Kecamatan Lubukpakam. Menurut pemeriksaan terhadap Sutini, istri Ucok Gondrong, Andi Lala merental mobil itu pada Sabtu (8/4/2017), sekira pukul 21.00 WIB dengan tujuan Parapat,” sebut Agus seperti dilansir Sumut Pos (grup pojoksumut) hari ini.

Sedangkan mengenai motifnya, beragam spekulasi mencuat di lapangan. Ada yang menyebut, kasus ini dilatarbelakangi masalah tanah, ada juga yang mengatakan masalah pribadi. Namun, Agus belum bisa memastikan. Alasannya, Polisi belum berhasil meringkus tersangka.

“Kita tidak bisa berandai-andai apa motifnya. Tapi dari kesimpulan penyelidikan diduga karena masalah dendam,” sebutnya.

Selain mobil yang digunakan Andi Lala, Polisi juga menyita satu unit mobil L300 BK 1325 FZ di SPBU Pagar Jati Perbaungan. “Jadi kami dapat informasi dia menaiki mobil itu, saat kita kejar ditemukan mobil itu di SPBU, tapi waktu dilihat, tersangka tidak berada di lokasi,” ceritanya.

Sementara, terungkapnya identitas pelaku pembunuhan sekeluarga yang tak lain masih keluarga dekat korban, memberikan kepuasan bagi keluarga dan kerabat korban. Namun mereka seakan tak percaya jika pelaku masih kerabat mereka.

Ungkapan kekesalan itu datang dari ayah kandung Iriyanto, Wagiman (66), saat ditemui di rumah duka, Jalan Kayu Putih, Kelurahan Mabar, Medan Deli. Di hadapan keluarga lainnya, Wagiman tak menyangka pelaku adalah keluarga dari menantunya, Sri Ariyani.

“Sampai hati kali dan tega dia (pelaku) menghabisi anak saya dan cucu saya. Padahal, besan saya Sumarni masih ibu dia juga. Saya tak menyangka kalau dia pelakunya,” kata Wagiman di rumah duka.

Selama ini, kata Wagiman, dirinya tak begitu mengetahui latar belakang kepribadian Andi Lala yang telah menghabisi anak, cucu serta besannya. “Saya kurang tahu tentang dia, tapi dia sering juga datang ke rumah si Iriyanto. Setahu saya tak ada masalah mereka,” ungkap bapak tiga anak ini.

Wagiman juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Kepolisian yang telah bekerja keras. Dirinya berharap pelaku dapat ditangkap segera. “Saya bersyukur dan berterima kasih, karena pelakunya sudah diketahui. Saya berharap agar pelaku nantinya dihukum seberat – beratnya setimpal dengan perbuatannya,” ucap Wagiman di teras rumahnya.

Disinggung permasalahan antara pelaku dengan korban dipicu masalah tanah, Wagiman tak bisa menjelaskan. “Soal masalah tanah saya kurang tahu, memang ada tanah kami seluas 3.000 meter persegi, suratnya sudah dipecah, surat yang hak kami dipegang sama si Iriyanto, kalau memang surat itu hilang di rumah, bisa jadi si Andi Lala mencurinya setelah membunuh anak saya,” ungkap Wagiman.

Begitu juga dengan Emi Susanti, merupakan adik kandung Yani, mengaku tak menyangka pelakunya masih keluarga dekat mereka. “Saya adik kandung almarhum Yani, selama ini Kak Yani dengan mereka (pelaku) tak ada masalah, makanya saya tak menyangka,” ungkap Emi di hadapan keluarga lainnya.

Apalagi, pelaku sempat datang ke rumah duka untuk takjiah ketika kelima jenazah tiba di rumah duka, setelah dilakukan visum dari rumah sakit. Hal itu diungkapkan paman kandung Yani, Syarifon. Dikatakan pria berusia 50 tahun ini, pada Minggu (9/4) malam, ketika jenazah tiba di rumah duka, Andi Lala datang bersama istrinya, Reni Safitri dengan menggunakan mobil pikap.

Saat itu, Andi Lala sempat menghampiri Syarifon. “Malam itu, sempat saya cerita dengan dia. Dia nanya, si Kinara bagaimana keadaannya? Saya bilang sudah mulai membaik, tapi dia mulai gelisah, tapi saya tidak curiga dengan dia,” kata Syarifon.

Tak berapa lama berbincang, Andi Lala tiba-tiba menghilang meninggalkan istrinya. “Malam itu saya tak banyak bicara dengan dia, waktu sehabis ngomong itu saya lihat dia sudah pergi,” ungkap Syarifon.

Kemudian besoknya, Senin (10/4/2017), ketika proses pemakaman kelima jenazah berlangsung, pihak Kepolisian datang menjemput istri Andi Lala, Reni Safitri untuk dibawa ke kantor polisi. “Malam itu, istrinya sempat tidur satu malam di rumah ini (rumah duka), setelah dijemput Polisi, sampai sekarang belum tahu kami kabarnya. Hari ini kami dengar si Andi Lala sudah ketangkap,” kata Syarifon.

Disinggung soal kepribadian Andi Lala, Syarifon mengaku, selama ini, Andi Lala bekerja sebagai pemasang tratak pesta. Mengenai kisruh atau masalah dengan korban tak pernah diketahuinya.

Dia memang sering berkunjung ke rumah Irianto, soal mereka ada masalah saya kurang tahu” ungkapnya lagi. (ps)
Sukai & Ikuti Fanpage
Loading...

💬 Komentar Anda

Memuat...

IDnusa Media

{picture#http://1.bp.blogspot.com/-RHuHKSh0jUg/WJomhwft6RI/AAAAAAABfRA/1TB6GUWhHNg1HQ3cuqhHvXgBJeFOV7-7wCK4B/s1600/IDNusa-Admin.png} Kecepatan, Ketepatan Pemberitaan, Selalu Memberitakan Kebenaran, Terhangat Serta Dapat Dipercaya dan Berimbang. {facebook#https://www.facebook.com/NMIndonesia/} {twitter#https://twitter.com/IDNusacom} {google#https://plus.google.com/u/0/+LihatDuluInfo} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UClUTCsbI_ubNlA4tD2zzTZw?sub_confirmation=1} {instagram#https://www.instagram.com/idnusacom/}