IDNUSA, JAKARTA - Pemudah Muhammadiyah marah atas pelaku penistaan agama yang kebal hukum.

Anthony Hutapea dianggap melecehkan dan menghina agama Islam dan Nabi Muhammad SAW lewat postingannya di media sosial.

Pengusaha yang bermukim di Perumahan Bukit Hijau Residence (BHR), Jalab Setia Budi Medan, Sumut, itu, sudah ditangkap polisi, Sabtu (15/4) lalu.

Polisi bertindak setelah Gerakan Anti Penistaan Agama Islam (GAPAI) Sumut melaporkannya ke Polrestabes Medan, Jumat (14/4).

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara Basir Hasibuan mengatakan, pernyataan yang menghina Islam dan Nabi Muhammad tentu tidak bisa diterima umat walau pun melalui media sosial.

“Pemuda Muhammadiyah menganggap keberanian orang non muslim menghina Islam karena kasus Ahok seperti kebal dari proses hukum,” kata Basir lewat pernyataan tertulis, Selasa (18/4).

Dia memprediksikan, akan semakin banyak penista agama yang akan membuat kondisi bernegara tidak sehat. Akibat amarah yang memuncak dari masyarakat membuat para penuntut keadilan malah dituduh radikal oleh aparat dan pemerintah.‎

“Kalau Ahok tidak dihukum berat, konflik antar agama akan meningkat karena semakin banyak oknum yang berani menistakan agama,” tegasnya.

Perihal kasus di Medan, menurut Basir, tidak cukup hanya minta maaf kemudian dilepas.

Namun proses hukum dan hukuman berat diperlukan agar pelaku serta orang-orang yang berniat melakukan tindakan sama akan berpikir ulang.‎ (ps)
Sukai & Ikuti Fanpage
Loading...

💬 Komentar Anda

Memuat...

IDnusa Media

{picture#http://1.bp.blogspot.com/-RHuHKSh0jUg/WJomhwft6RI/AAAAAAABfRA/1TB6GUWhHNg1HQ3cuqhHvXgBJeFOV7-7wCK4B/s1600/IDNusa-Admin.png} Kecepatan, Ketepatan Pemberitaan, Selalu Memberitakan Kebenaran, Terhangat Serta Dapat Dipercaya dan Berimbang. {facebook#https://www.facebook.com/NMIndonesia/} {twitter#https://twitter.com/IDNusacom} {google#https://plus.google.com/u/0/+LihatDuluInfo} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UClUTCsbI_ubNlA4tD2zzTZw?sub_confirmation=1} {instagram#https://www.instagram.com/idnusacom/}