IDNUSA, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menilai tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terhadap kasus penistaan agama soal surat Al Maidah ayat 51 tidak memenuhi rasa keadilan.

Menurut Nasir tuntutan jaksa terlalu rendah dan terkesan tidak memberikan efek jera kepada pelaku. Padahal bila dibandingkan dengan kasus penistaan agama yang terjadi di Indonesia selama ini tuntutan jaksa justru lebih tinggi.

"Ini kok aneh ya, kasus penistaan yang menimbulkan reaksi dari umat di Indonesia bahkan diprediksi jutaan umat turun ke jalan, hanya dituntut 2 tahun percobaan, nggak bener ini," kata Nasir kepada TeropongSenayan di Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Nasir mencontohkan, kasus Arswendo tahun 1990 dan kasus HB Jassin 1968, menunjukkan bahwa tuntutan jaksa sampai lebih dari 2 tahun penjara dan ada yang hanya 1 tahun percobaan. Tapi, tegas Nasir, kasus tersebut tidak sampai menimbulkan reaksi masyarakat yang berlebihan seperti kasus Ahok.

"Ahok telah jelas-jelas dan secara sadar mengungkapkan kalimat yang berujung pada penistaan dan menimbulkan reaksi masyarakat, malah hanya dituntut lebih tinggi sedikit dari kasus HB Jassin, nggak benar itu," tegasnya.

Kendati demikian, politisi PKS ini masih berharap hakim dapat memutuskan kasus Ahok  sesuai rasa keadilan dengan melihat fakta persidangan. "Sehingga publik  dapat merasakan keadilan dari putusan itu," tandasnya. (ts)
Sukai & Ikuti Fanpage
Loading...

💬 Komentar Anda

Memuat...

IDnusa Media

{picture#http://1.bp.blogspot.com/-RHuHKSh0jUg/WJomhwft6RI/AAAAAAABfRA/1TB6GUWhHNg1HQ3cuqhHvXgBJeFOV7-7wCK4B/s1600/IDNusa-Admin.png} Kecepatan, Ketepatan Pemberitaan, Selalu Memberitakan Kebenaran, Terhangat Serta Dapat Dipercaya dan Berimbang. {facebook#https://www.facebook.com/NMIndonesia/} {twitter#https://twitter.com/IDNusacom} {google#https://plus.google.com/u/0/+LihatDuluInfo} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UClUTCsbI_ubNlA4tD2zzTZw?sub_confirmation=1} {instagram#https://www.instagram.com/idnusacom/}