IDNUSA, JAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) mengadakan konferensi pers khusus menjelaskan peristiwa terbakarnya mobil di Cawang, Jakarta Timur, pada hari ini dini hari. Mereka menuding pembakaran mobil di lokasi yang berdekatan dengan acara tabligh akbar, sebagai bentuk aksi teror.

Berikut rangkaian kronologi dalam konferensi pers yang diadakan pada hari ini di Masjid Raya Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, disampaikan oleh Imam FPI DKI Jakarta Muhsin Alatas dan kuasa hukum FPI Kapitra Ampera.

Muhsin Alatas mengatakan dia tiba sekitar pukul 21.45 WIB bersama pentolan FPI Rizieq Shihab di lokasi pagelaran tablig akbar.

“Ini agenda rutin, kami tiba, lalu disambut dengan palang pintu khas Betawi, sore hari juga ada atraksi ondel-ondel,” kata Muhsin, Minggu (16/4).

Sekitar pukul 22.00 WIB dilanjutkan acara pengukuhan jawara pengawal ulama. Selanjutnya, sekitar 23.00 WIB, Rizieq memberikan tausiah kepada jemaah.

Pada 00.05 WIB, tausiah usai dan dilanjutkan dengan penutupan doa dan dzikir yang diikuti oleh jemaah. Saat itu, kata Muhsin, mulai terdengar ledakan, sehingga Rizieq diminta mempercepat pembacaan doa.

Setelah pembacaan doa selesai, Muhsin mengatakan melihat sebuah mobil terbakar dan bergerak mundur ke arah jemaah. Beberapa motor terparkir terhimpit mobil.

“Umat yg dekat dengan mobil diminta menyingkir, laskar dan jawara menyelamatkan motor, mobil sudah ditahan dengan ban tapi tetap bergerak dan masih berkobar,” kata Muhsin.

Massa yang berada dekat mobil terbakar berupaya memadamkan api dengan menyiramkan menggunakan air.  Setelah api reda, mereka mendekati mobil yang terbakar. Dari mobil itu mereka mendapatkan tiga orang keluar.

“Dua dari bagian tengah, dan satu bagian depan mobil,” kata Muhsin.

Anehnya, kata Muhsin, orang yang keluar dari mobil malah melarikan diri ke arah Pancoran. “Kalau terbakar mereka seharusnya mendekati dan minta tolong,” kata dia.

Muhsin mengklaim menemukan kolong empat dirigen berisi bensin di kolong mobil. Sementara di mobil lainnya mereka menemukan sekitar lima dirigen bensin.

“Polisi baru tiba jam tiga subuh, kami sudah di lokasi sekitar setengah satu malam,” kata Muhsin.

Atas peristiwa ini, pihak kepolisian meminta agar masyarakat tidak terprovokasi atas pesan berantai tersebut. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan pesan berantai yang menyebutkan pembakaran mobil di Cawang sebagai aksi teror.

"Masyarakat jangan terpengaruh dengan berita yang tidak pas. Polisi masih melakukan penyelidikan," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. (cnn)
Sukai & Ikuti Fanpage
Loading...

💬 Komentar Anda

Memuat...

IDnusa Media

{picture#http://1.bp.blogspot.com/-RHuHKSh0jUg/WJomhwft6RI/AAAAAAABfRA/1TB6GUWhHNg1HQ3cuqhHvXgBJeFOV7-7wCK4B/s1600/IDNusa-Admin.png} Kecepatan, Ketepatan Pemberitaan, Selalu Memberitakan Kebenaran, Terhangat Serta Dapat Dipercaya dan Berimbang. {facebook#https://www.facebook.com/NMIndonesia/} {twitter#https://twitter.com/IDNusacom} {google#https://plus.google.com/u/0/+LihatDuluInfo} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UClUTCsbI_ubNlA4tD2zzTZw?sub_confirmation=1} {instagram#https://www.instagram.com/idnusacom/}