IDNUSA, JAKARTA  - Ketua KPI Yuliandre Darwis menyatakan apabila video kampanye Ahok-Djarot yang berdurasi 3 menit tidak mengalami proses editing, akan berpotensi melakukan pelanggaran.

"Kalau yang durasi tiga menit ada delapan indikasi pelanggaran. Tapi kalau dipotong-potong mungkin tidak akan jadi pelanggaran. Tapi kalau ini ke luar di TV, ada delapan pelanggaran," ujarnya.

Yuliandre mengaku banyak pihak yang mengadukan video tersebut lantaran dinilai bernada SARA dan menyinggung umat Islam. Tapi, pihaknya baru bisa menyatakan sikapnya untuk menanggapi laporan dari Perkumpulan Indo Digital Volunteer lantaran melapor secara resmi.

"Sebenarnya yang lapor tentang video ini banyak tapi yang secara resmi baru ini, kami juga lakukan monitoring. Iklan ini berbeda dengan iklan di media sosial dan media baru. Di media baru viralnya sudah kemana-mana. Ada satu iklan yang durasinya 30 detik itu sudah keluar kemana-mana," tutur dia lagi.

Seperti disinggung Yuliandre Darwis,  Perkumpulan Indo Digital Volunteer melaporkan video kampanye calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) guna menghindari tayangnya video tersebut di media televisi.

Mereka menilai video itu bisa memperkeruh suasana jelang digelarnya putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 yang tinggal menghitung hari. Sebab, video itu menampilkan visual dengan suasana mencekam, sehingga menginterpretasikan bahwa warga Jakarta seolah belum siap menerima keberagaman.

"Kami tidak mau mencederai demokrasi dan seluruh elemen bangsa, artinya saya kebetulan hadir sebagai pemerhati medsos, artinya kita tidak ingin medsos diisi dengan konten seperti ini," kata Ketua Perkumpulan Indo Digital Volunteer Anthony Leong di Kantor KPI, Jakarta Pusat, Selasa 11 April 2017.

Seperti diberitakan sebelumnya, video kampanye Ahok-Djarot yang berdurasi sekitar dua menit beredar luas di media sosial. Berjudul #beragamItuBasukiDjarot, video itu menampilkan konten yang berisi kebencian etnis tertentu, sehingga terjadi kericuhan.

Juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni mengatakan, penyebaran video tersebut tidak ada maksud untuk mendiskreditkan kelompok tertentu.

"Jadi sebenarnya, itu bukan hanya video untuk kampanye Ahok-Djarot. Tapi kampanye akan bahaya disintegrasi bangsa, karena ujaran kebencian yang direproduksi terus-menerus oleh sekelompok orang," katanya. (vv)
Sukai & Ikuti Fanpage
Loading...

💬 Komentar Anda

Memuat...

IDnusa Media

{picture#http://1.bp.blogspot.com/-RHuHKSh0jUg/WJomhwft6RI/AAAAAAABfRA/1TB6GUWhHNg1HQ3cuqhHvXgBJeFOV7-7wCK4B/s1600/IDNusa-Admin.png} Kecepatan, Ketepatan Pemberitaan, Selalu Memberitakan Kebenaran, Terhangat Serta Dapat Dipercaya dan Berimbang. {facebook#https://www.facebook.com/NMIndonesia/} {twitter#https://twitter.com/IDNusacom} {google#https://plus.google.com/u/0/+LihatDuluInfo} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UClUTCsbI_ubNlA4tD2zzTZw?sub_confirmation=1} {instagram#https://www.instagram.com/idnusacom/}