IDNUSA, JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah mendapat laporan soal penembakan yang dilakukan anggotanya terhadap sebuah mobil di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Dalam penembakan ini, seorang dinyatakan meninggal dunia. Sementara empat lain luka-luka.

"Ya saya menyesalkan peristiwa itu karena informasi yang saya terima, ini kendaraan disetop, akan disetop oleh polisi karena dicurigai, kemudian akan menabrak anggota polisi," kata Tito di gedung sekolah Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/4).

Tito menjelaskan, saat itu anak buahnya beranggapan kalau ada orang bermasalah di dalam kendaraan tersebut. Namun, setelah dicek ternyata justru sebaliknya.

"Sehingga anggota polisi itu beranggapan ini adalah pelaku kejahatan. Kemudian dikejar. Karena dikejar dan dilakukan penembakan peringatan tidak berhenti diduga pelaku kejahatan, sehingga akhirnya ditembak dan mengakibatkan ada keluarga yang meninggal. Saya sangat menyesalkan inilah sebetulnya pentingnya kemampuan diskresi kepolisian," beber Tito.

Selanjutnya, Tito mengharapkan anggota bisa lebih menahan diri sebelum melakukan tembakan tersebut. Sehingga, hal seperti ini tidak perlu terjadi.

"Anggota harus mempunyai kemampuan menilai secara subjektif apa yang dihadapinya saat itu dan kemudian melakukan tindakan yang tepat dalam rangka untuk menjaga keselamatan publik," pungkas Tito. (mdk)
Sukai & Ikuti Fanpage
Loading...

💬 Komentar Anda

Memuat...

IDnusa Media

{picture#http://1.bp.blogspot.com/-RHuHKSh0jUg/WJomhwft6RI/AAAAAAABfRA/1TB6GUWhHNg1HQ3cuqhHvXgBJeFOV7-7wCK4B/s1600/IDNusa-Admin.png} Kecepatan, Ketepatan Pemberitaan, Selalu Memberitakan Kebenaran, Terhangat Serta Dapat Dipercaya dan Berimbang. {facebook#https://www.facebook.com/NMIndonesia/} {twitter#https://twitter.com/IDNusacom} {google#https://plus.google.com/u/0/+LihatDuluInfo} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UClUTCsbI_ubNlA4tD2zzTZw?sub_confirmation=1} {instagram#https://www.instagram.com/idnusacom/}