IDNUSA, BAUBAU - Kasus anak gugat ibu kandung di Baubau Sulawesi Tenggara (Sulteng) menjadi perbincangan banyak orang. Nilai gugatan anak ke ibu kandungnya sendiri sebesar Rp 15 miliar.

Harta yang digugat yakni tanah di Bombana, Kota Kendari, dan Baubau masing-masing 2 bidang. Kemudian 1 bidang tanah di Buton Selatan, 1 rumah di Kendari dan Baubau, 1 mobil Toyota Innova, 4 sepeda motor, serta uang Rp 1 miliar.

Para penggugat yakni AS (32), NS (30), dan PW (22). Ketiganya menggugat ibu kandung mereka, Fahrani (51). Mereka minta agar harta peninggalan ayah mereka, Ipda Matta (alm) segera dibagikan. Ipda Matta sendiri baru meninggal 28 Januari lalu.

Iyamawati, kuasa hukum salah satu penggugat membeberkan alasan anak gugat ibu kandung mereka. Iyamawati mengatakan, anak gugat ibu kandung karena khawatir harta peninggalan ayahnya dikuasai oleh ibu kandungnya.

“Inti gugatannya ini adalah warisan, karena ada kekhawatiran harta almarhum ayahnya memiliki warisan yang banyak. Mulai dari tanah di Bombana, rumah di Kendari termasuk rumah yang di lipu informasinya akan di jual juga,” ucap Iyamawati kepada Baubau Post.

Kekhawatiran kliennya ini cukup beralasan karena ada gerak-gerik Fariani tidak adil dalam membagikan harta warisan.

“Jadi gugatan ini bukan untuk melawan ibunya, namun ada kekhawatiran warisan ini bisa habis. Sedangkan dalam warisan tersebut ada hak dari anak anaknya,” tambah Iyamawati.

Salah satu idikasinya, lanjut Iyamawati, sudah ada beberapa aset dari almarhum Ipda Matta sudah duicairkan Fahrani di salah satu bank.

Saat pencairan, Fariani sebagai tergugat hanya mencantumkan dua orang nakanya, yakni Raihan dan Putri. Sementara anaknya ada empat orang termasuk kliennya Arman Setiawan dan Nita Setiawati.

Sementara itu, Fahrani yang berstatus sebagai PNS mengaku kecewa dengan gugatan anaknya. Fariani pun hanya bisa menangis mengikuti persidangan.

Warga Bau-bau Sulawesi Tenggara itu tidak habis pikir dengan prilaku anaknya. Di usianya yang sudah 51 tahun, ibu empat anak itu harus berurusan dengan hukum.

“Saya sedih sekali, kecewa, dan malu. Kok anak yang saya lahirkan menggugat harta di saat saya masih hidup. Seberapa besar letak kesalahan sehingga anak saya tega menggugat,” ucap Fariani, Selasa (11/4/2017). (ps)
Sukai & Ikuti Fanpage
Loading...

💬 Komentar Anda

Memuat...

IDnusa Media

{picture#http://1.bp.blogspot.com/-RHuHKSh0jUg/WJomhwft6RI/AAAAAAABfRA/1TB6GUWhHNg1HQ3cuqhHvXgBJeFOV7-7wCK4B/s1600/IDNusa-Admin.png} Kecepatan, Ketepatan Pemberitaan, Selalu Memberitakan Kebenaran, Terhangat Serta Dapat Dipercaya dan Berimbang. {facebook#https://www.facebook.com/NMIndonesia/} {twitter#https://twitter.com/IDNusacom} {google#https://plus.google.com/u/0/+LihatDuluInfo} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UClUTCsbI_ubNlA4tD2zzTZw?sub_confirmation=1} {instagram#https://www.instagram.com/idnusacom/}