IDNUSA, JAKARTA - Aturan pengalihan saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Peraturan Pemerintah (PP) nomor 72 Tahun 2016 dapat berpotensi menjadikan BUMN dikuasai pihak asing.

Wakil Ketua Komisi VI Azam Azman mengatakan, sebelumnya kasus tersebut sudah pernah terjadi pada perusahaan telekomunikasi hingga akhirnya dikuasai asing.

"Kasus Indosat jangan sampai terulang. Jika DPR menyetujui adanya PP 72 sama saja kita memberikan cek kosong ke pemerintah dan bisa jadi bumerang bagi kita ke depan," kata Azam, kepada wartawan Rabu (12/4).

Sebelumnya, DPR bersikeras tidak menyepakati adanya aturan tersebut. Menurutnya, mekanisme pembentukan holding haruslah jelas tanpa embel-embel aturan yang bias.

"Kita sudah sampaikan ke Menteri Keuangan yang mewakili Menteri BUMN bahwa Komisi VI dengan tegas tidak menyepakati adanya PP 72 sebagai cikal bakal pembentukan holding," ujarnya.

Azam menuturkan, pemerintah tidak perlu membahas rencana pembentukan holding, jika tetap bersikeras menggunakan PP tersebut. Sementara itu, mekanisme dan keuntungan pembentukan holding juga sedianya dijabarkan secara jelas.

"Holding ini perlu pembahasan mendalam. Dijelaskan dulu apa konsepnya, seperti apa bentuknya. Karena kalau lihat holding yang sudah ada, seperti Semen itu bagus. Tapi tidak jika lihat holding Perkebunan," tegas Azam.

Hingga kini diakuinya, DPR belum mendapatkan pencerahan dan komitmen jelas dari pemerintah untuk mendukung rencana holding tersebut.

"Bahas dulu satu-satu jangan main bikin holding migas. Kita tak tahu apakah ini bagus apa justru menyesatkan. Jadi sebaiknya Menteri BUMN jelaskan secara rinci. Kalau holding ini bagus, tidak mungkin ada pro dan kontra seperti saat ini," tutup Azam. (jn)
Sukai & Ikuti Fanpage
Loading...

💬 Komentar Anda

Memuat...

IDnusa Media

{picture#http://1.bp.blogspot.com/-RHuHKSh0jUg/WJomhwft6RI/AAAAAAABfRA/1TB6GUWhHNg1HQ3cuqhHvXgBJeFOV7-7wCK4B/s1600/IDNusa-Admin.png} Kecepatan, Ketepatan Pemberitaan, Selalu Memberitakan Kebenaran, Terhangat Serta Dapat Dipercaya dan Berimbang. {facebook#https://www.facebook.com/NMIndonesia/} {twitter#https://twitter.com/IDNusacom} {google#https://plus.google.com/u/0/+LihatDuluInfo} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UClUTCsbI_ubNlA4tD2zzTZw?sub_confirmation=1} {instagram#https://www.instagram.com/idnusacom/}