IDNUSA, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) perkara penistaan agama batal membacakan tuntutan untuk terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada sidang lanjutan di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, hari ini.

Koordinator JPU Ali Mukartono menyatakan ketidaksiapan berkas tuntutan yang belum rampung disusun hingga hari ini, setelah sidang baru saja dibuka ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto.

"Kami sudah berusaha sedemikian rupa yang mulia, tapi ternyata tidak cukup juga, sehingga surat tuntutan tidak bisa kami bacakan hari ini," ujar Ali.

Kepada Dwiarso, dia menjelaskan, salah satu penyebab ketidaksiapan pembacaan tuntutan pada hari ini karena tim JPU belum menyelesaikan berkas tuntutan dalam bentuk ketikan. "Jadi, ngetiknya belum selesai yang mulia," terangnya.

"Masa orang segitu banyak (ketikan) enggak bisa dibagi-bagi," timpal Dwiarso.

Ali pun menjelaskan panjang lebar soal ketidaksiapan pihaknya, hingga dengan nada setengah tinggi Dwiarso kembali menanyakan waktu kesiapan JPU. "Gini saja saudara jaksa, saudara tanggal 17 siap enggak? Kalau enggak siap kita cari hari lain lagi, siap atau  enggak yang tegas," ungkap Dwiarso.

Sebelumnya, semua pihak dalam yang terlibat dalam perkara penistaan agama pada sidang sebelumnya telah menyepakati kalender jadwal persidangan supaya dapat selesai sebelum bulan Ramadhan. Sesuai jadwal setelah pembacaan tuntutan JPU hari ini, sidang pekan depan akan dilanjutkan dengan pembacaaan pledoi oleh Ahok dan tim pengacara.

Pada sidang pekan lalu juga ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto memerintahkan JPU untuk segera membuat rancangan tuntutan secepatnya. Dia berharap Jaksa sudah selesai menyusun tuntutan secepatnya agar isi tuntutan bisa dibacakan tepat minggu depan (atau hari ini). Selain itu, bukti yang dianggap kurang juga perlu segera dilengkapi supaya bisa diteliti dengan baik oleh majelis hakim.

Dwiarso menambahkan, terdakwa dan penasehat hukum bisa menyusun pledoi. Pembacaan pledoi akan dilakukan dua minggu setelah persidangan ke-17 atau dibacakan pada persidangan ke-19. Nantinya, pengadilan akan memasuki masa replik-duplik dan berakhir pada putusan perkara. (rn)
Sukai & Ikuti Fanpage
Loading...

💬 Komentar Anda

Memuat...

IDnusa Media

{picture#http://1.bp.blogspot.com/-RHuHKSh0jUg/WJomhwft6RI/AAAAAAABfRA/1TB6GUWhHNg1HQ3cuqhHvXgBJeFOV7-7wCK4B/s1600/IDNusa-Admin.png} Kecepatan, Ketepatan Pemberitaan, Selalu Memberitakan Kebenaran, Terhangat Serta Dapat Dipercaya dan Berimbang. {facebook#https://www.facebook.com/NMIndonesia/} {twitter#https://twitter.com/IDNusacom} {google#https://plus.google.com/u/0/+LihatDuluInfo} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UClUTCsbI_ubNlA4tD2zzTZw?sub_confirmation=1} {instagram#https://www.instagram.com/idnusacom/}