IDNUSA, JAKARTA - Muhammadiyah harus menolak kedatangan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat, yang rencananya akan berkunjung ke kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62, Jakarta.

Pendapat itu disampaikan pengamat politik Sahirul Alem kepada intelijen (11/04). "Kalau Ahok-Djarot berhasil menemui petinggi Muhammadiyah, maka opini dikembangkan kubu Ahok adalah petinggi organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu mendukung paslon nomor 2," tegas Sahirul Alem.

Kata Alem, Muhammadiyah harus tegas dengan penista agama seperti Ahok. "Jika berhasil temua petinggi Muhammadiyah secara resmi, maka Ahok akan merasa di atas angin. Yakni, petinggi Muhammadiyah akan dinilai publik tidak mempermasalahkan Ahok yang menjadi terdakwa penista agama," papar Alem.

Terkait hal itu, Alem berharap tim sukses Ahok-Djarot tidak perlu menemui petinggi Muhammadiyah. "Kader-kader Muhammadiyah sangat jelas menolak penista agama. Kalaupun ada kader Muhammadiyah di kubu Ahok, seperti Raja Juli Antoni, bukan atas nama Muhammadiyah tapi pribadi," jelas Alem.

Alem khawatir, akan  muncul tranding topic di Twitter setelah Ahok-Djarot menemui pimpinan Muhammadiyah. "Selanjutnya media-media menulis sebagai berita bahwa kunjungan Ahok-Djarot menjadi trending topic di Twitter, padahal itu kerja mesin, tetapi punya dampak terhadap pemilih kelas menengah terutama remaja," pungkas Alem. (it)
Sukai & Ikuti Fanpage
Loading...

💬 Komentar Anda

Memuat...

IDnusa Media

{picture#http://1.bp.blogspot.com/-RHuHKSh0jUg/WJomhwft6RI/AAAAAAABfRA/1TB6GUWhHNg1HQ3cuqhHvXgBJeFOV7-7wCK4B/s1600/IDNusa-Admin.png} Kecepatan, Ketepatan Pemberitaan, Selalu Memberitakan Kebenaran, Terhangat Serta Dapat Dipercaya dan Berimbang. {facebook#https://www.facebook.com/NMIndonesia/} {twitter#https://twitter.com/IDNusacom} {google#https://plus.google.com/u/0/+LihatDuluInfo} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UClUTCsbI_ubNlA4tD2zzTZw?sub_confirmation=1} {instagram#https://www.instagram.com/idnusacom/}