IDNUSA - Kemunculan hiu paus di Teluk Jakarta pada Ahad, 5 Maret 2017 kemarin merupakan jawaban Allah atas kesombongan Basuki T Purnama, alias Ahok. Seperti diberitakan, seorang anak buah kapal (ABK) Kargo 08 berhasil merekam ikan Hiu Paus atau Hiu Tutul yang berenang di permukaan saat ABK tersebut berlayar menuju Pulau Cipir.

Penampakan hiu paus atau hiu tutul di Teluk Jakarta, Minggu (5/3/2017). Foto: Dok. Istimewa

"Posisinya di antara Pulau H dengan Muara Kamal dekat keramba kerang. Yang merekam anak buah saya, Samsudin, dia ABK Kapal Laut Bersih, yaitu kapal kargo yang membersihkan sampah-sampah di laut. Nama kapalnya Kapal Kargo 08," terang Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Seribu Yusen Hardiman seperti diberitakan detik.com



Peristiwa langka itu terekam oleh kamera anak buahnya pada pukul 9 pagi.

"Tadi pagi, sekitar pukul 09.00 WIB. Kebetulan kita lagi berlayar menuju Pulau Cipir dan (kemunculan hiu paus) itu, menurut saya, langka karena selama ABK bertugas belum pernah melihatnya," katanya.

Kejadian ini menjadi bantahan atas klaim jumawa Ahok bahwa di Teluk Jakarta tak ada lagi ikan. Beberapa bulan sebelumnya, Ahok membela diri saat ditanya soal nasib nelayan yang dirugikan akibat adanya proyek reklamasi. Menurut Ahok, di Teluk Jakarta sudah tak ada lagi ikan.

Screenshoot pemberitaan Republika atas pernyataan ahok bahwa di Teluk Jakarta tidak ada ikan pada Kamis , (14 April 2016)

"Sekarang saya tanya, sebelum reklamasi kamu juga udah susah cari ikan di teluk jakarta, mana ada ikan di teluk jakarta, kamu kira teluk di belitung? Kamu tanya, mana ada?" ujarnya di Balai Kota, Kamis 14 April 2016, sebagaimana dikutip republika.co.id

Perkataan Ahok ini meremehkan usaha nelayan mencari ikan. Ia merasa kegiatan nelayan sia-sia belaka. Ia mencontohkan wilayah teluk yang ada di sekitar Marunda. "Kamu bisa cari ikan enggak di situ?" tantangnya.

Seperti diketahui, proyek reklamasi telah menyebabkan nelayan harus menguras modal lebih besar karena perjalanan mencari ikan semakin jauh. Reklamasi pun membuat Teluk Jakarta semakin tercemar sehingga mengurangi populasi ikan. Dan air laut pun menjadi berbau tak sedap.

Padahal Teluk Jakarta masih menyimpan kekayaan biota laut. Tak hanya Hiu Paus, dikabarkan bulan September tahun lalu pun sempat muncul ikan lumba-lumba di sana.
Sukai & Ikuti Fanpage
Loading...
Memuat...

IDnusa Media

{picture#http://1.bp.blogspot.com/-RHuHKSh0jUg/WJomhwft6RI/AAAAAAABfRA/1TB6GUWhHNg1HQ3cuqhHvXgBJeFOV7-7wCK4B/s1600/IDNusa-Admin.png} Kecepatan, Ketepatan Pemberitaan, Selalu Memberitakan Kebenaran, Terhangat Serta Dapat Dipercaya dan Berimbang. {facebook#https://www.facebook.com/NMIndonesia/} {twitter#https://twitter.com/IDNusacom} {google#https://plus.google.com/u/0/+LihatDuluInfo} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UClUTCsbI_ubNlA4tD2zzTZw?sub_confirmation=1} {instagram#https://www.instagram.com/idnusacom/}